
Siswa SMA Unggulan Amanatul Ummah Surabaya mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) secara serentak, Senin (3/11/2025).
Para siswa itu tampak tenang, serius dan menatap laptop masing-masing. Mereka konsentrasi penuh, mengerjakan soal satu-persatu dengan mudah. Tak ada suara berisik, apalagi gaduh.
“Karena mereka menguasai materi. Kalau gak menguasai materi pasti ramai,” kata Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, di sela-sela memantau pelaksanaan TKA di SMA Unggulan Amanatul Ummah Surabaya yang berlokasi di Jalan Siwalankerto Utara Surabaya, Senin (3/11/2025).
Abah Yai masuk ke kelas satu persatu. Ia sempat tanya ke beberapa siswa yang sedang serius menjawab soal.
“Bisa ya,” tanya Abah Yai yang juga selaku pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah.
Mereka serempak menjawab, “bisa.”
Menurut Kiai Asep, yang paling susah dalam mengajar itu adalah mengangkat siswa-siswa yang nilainya rendah agar bisa mengejar teman-temannya yang cerdas dan pintar. Karena itu SMA Unggulan Amanatul Ummah tidak hanya menekankan guru meningkatkan kompetensi tapi juga harus bisa menstranfer ilmu secara baik dan ketat serta bertanggungjawab.
“Ilmu itu nur (cahaya). Anak-anak kalau sudah konsentrasi mengerjakan soal secara serius, dari wajahnya akan tampak ada cahaya,” tutur Kiai Asep.
Siswa SMA Unggulan Amanatul Ummah Surabaya terkenal cerdas-cerdas. “Ada dosen dari Unesa bilang, kalau murid SMA Unggulan Amanatul Ummah sudah jaminan mutu,” kata Kiai Asep yang dikenal sebagai ulama dermawan.
Tak aneh, jika pada tahun 2025 sebanyak 1.258 siswa Amanatul Ummah lolos di berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) dan luar negeri.
“Di sini (SMA Unggulan Amanatul Ummah Surabaya) banyak yang diterima di UI, ITB dan juga luar negeri,” kata Kiai Asep.
Menurut Kiai Asep, orientasi lulusan SMA Unggulan Amanatul Ummah memang kuliah, bukan kerja. Mereka dikondisikan untuk mengutamakan keilmuan. Kiai Asep bahkan mendorong para siswanya tidak berhenti pada S1 tapi terus ke S2 dan S3 bahkan guru besar.
Nah, dari jenjang pendidikan dan keilmuan yang tinggi itu para siswa diharapkan menjadi ulama besar, pemimpin nasional dan dunia, disamping pengusaha atau konglomerat serta profesional. Karena itu Amanatul Ummah tidak hanya mendorong para siswa kuliah tapi juga berusaha memfasilitasi dan mengantar mereka masuk perguruan tinggi.
“Jadi kita antar para siswa itu sampai diterima di perguruan tinggi dan luar negeri,” kata Kiai Asep. “Sehingga tidak merepotkan para orang tua mereka,” tambahnya.
Dr Fathur Rokhman, salah seorang guru SMA Unggulan Amanatul Ummah Surabaya, mengungkapkan memang ada keistimewaan SMA Unggulan Amanatul Ummah Surabaya yang tak dimiliki sekolah lain. Para lulusan SMA Unggulan Amanatul Ummah Surabaya difasilitasi sampai bisa masuk ke perguruan tinggi.
“Kalau di sekolah lain yang mendaftarkan siswa ke perguruan tinggi kan orang tuanya. Kalau di SMA Unggulan Amanatul Ummah Surabaya yang mendaftarkan siswa ke perguruan tinggi pihak sekolah, kita. Jadi mereka kita antar sampai ke perguruan tinggi,” kata Fathur Rokhman.
Nilai plus lainnya adalah pendidikan spiritualitas yang sulit diperoleh di sekolah umum. Para siswa SMA Unggulan Amanatul Ummah Surabaya sangat ketat dalam penerapan nilai-nilai agama. Bahkan dalam proses belajar mengajar juga dianjurkan suci dalam arti punya wudlu.
Di salah satu ruang kelas itu ada tulisan: Sudahkah berwudlu dalam proses belajar mengajar.
Yang menarik, SPP di sekolah SMA Unggulan Amanatul Ummah Surabaya relatif terjangkau.
“Dapat makan siang. Padahal di sekolah lainnya SPP-nya Rp 1.200.000 tapi tak dapat makan,” tutur Kiai Asep.
